Antara Dua Nasehat Rasulullah (bagian 1)

Nasehat sangat bermanfaat bagi orang beriman. Nasehat sangatlah mahal. Apalagi kalau nasehat itu berasal dari Rasulullah. Berikut ini, akan kita amati dua nasehat Rasul untuk anak-anak di zamannya. Dua nasehat yang berbeda. Untuk dua orang yang berbeda. Untuk usia yang berbeda. Tentu dengan kandungan, nilai dan metode yang berbeda. Walaupun namanya sama-sama Abdullah. Mari kita selami mutiaranya. Ya Allah bimbing kami…

Nasehat pertama untuk Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma,

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كُنْتُ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا غُلَامُ أَوْ يَا غُلَيِّمُ أَلَا أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهِنَّ فَقُلْتُ بَلَى فَقَالَ احْفَظْ اللَّهَ يَحْفَظْكَ احْفَظْ اللَّهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ تَعَرَّفْ إِلَيْهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ وَإِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ قَدْ جَفَّ الْقَلَمُ بِمَا هُوَ كَائِنٌ فَلَوْ أَنَّ الْخَلْقَ كُلَّهُمْ جَمِيعًا أَرَادُوا أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ اللَّهُ عَلَيْكَ لَمْ يَقْدِرُوا عَلَيْهِ وَإِنْ أَرَادُوا أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ اللَّهُ عَلَيْكَ لَمْ يَقْدِرُوا عَلَيْهِ وَاعْلَمْ أَنَّ فِي الصَّبْرِ عَلَى مَا تَكْرَهُ خَيْرًا كَثِيرًا وَأَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Dari Ibnu Abbas dia berkata: Aku dibonceng Nabi shallallahu alaihi wasallam dan beliau berkata, “Nak,aku akan mengajarimu beberapa kalimat, semoga Allah memberimu manfaat dengannya.” Aku berkata: Ya Nabi berkata, “Jagalah Allah, Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, kamu akan menjumpai Nya ada di hadapanmu. Kenalilah Dia dalam keadaan lapang, Dia akan mengenalimu di waktu sempit. Jika kamu minta, mintalah kepada Allah. Jika kamu minta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Pena telah kering terhadap semua yang ada, maka jika seluruh makhluk ingin memberimu manfaat (menolongmu) dengan sesuatu yang tidak ada dalam takdir Allah untukmu, mereka tidak akan sanggup melakukannya. Dan jika mereka ingin membahayakan dirimu dengan sesuatu yagn tidak ada dalam takdir Allah padamu, mereka tidak akan sanggup melakukannya. Ketahuilah, sesungguhnya dalam kesabaran terhadap hal yang tidak kamu sukai ada banyak sekali kebaikan. Sesungguhnya kemenangan datang bersama dengan kesabaran. Sesungguhnya solusi datang bersama dengan kesulitan. Dan sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi, dia berkata: hasan shahih)

Nasehat kedua untuk Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma,

عن مُجَاهِدٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبِي فَقَالَ كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

Dari Mujahid, dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memegang pundakku dan beliau bersabda, “Jadilah kamu di dunia ini seakan seorang yang asing (pengembara) atau penyeberang jalan.” Mujahid berkata: Dan Ibnu Umar berkata, “Jika kamu berada disore hari, jangan menunggu hingga pagi hari. Dan jika kamu berada di pagi hari, jangan menunggu hingga sore hari. Manfaatkan sehatmu sebelum datang sakitmu dan hidupmu sebelum matimu.” (HR. Bukhari)

Usia Berbeda, Metode Berbeda Saat Rasulullah wafat, usia Abdullah bin Abbas 13 tahun. Sementara usia Abdullah bin Umar 21 tahun. Dengan perbedaan usia ini, maka kita bisa mengetahui bahwa Rasulullah berinteraksi dengan Abdullah bin Abbas dari usia dini hingga memasuki usia remaja (dalam istilah hari ini). Sementara Abdullah bin Umar dari usia dini hingga usia dewasa. Penulis belum mengetahui, kapan kedua nasehat ini disampaikan Rasulullah. Tapi mungkin nasehat ini disampaikan ketika Rasulullah sudah berada di Madinah, terutama ketika melihat usia Abdullah bin Abbas yang baru bisa mencerna pembicaraan di usia Madinah.Di Madinah, usia Abdullah bin Abbas adalah 3 – 13 tahun. Sementara usia Abdullah bin Umar 11 – 21 tahun. Jadi jelas bagi kita, nasehat untuk Abdullah bin Abbas adalah nasehat untuk anak-anak. Sementara nasehat untuk Abdullah bin Umar adalah nasehat untuk remaja dan dewasa.

Kini, mari kita selami suasana dan cara Nabi menguntai nasehat untuk dua usia berbeda itu. Semoga menjadi pelajaran bagi setiap orangtua.

  1. Abdullah bin Abbas dinasehati Nabi saat sedang dibonceng di belakang Nabi yang sedang mengendarai kendaraan. Suasana ini sangatlah indah. Sedang santai. Seorang anak cenderung menikmati suasana berkendara. Apalagi kendaraan itu seekor binatang. Sangat anak-anak suasananya. Ini adalah sebuah momentum mahal yang seringkali terlewatkan oleh orangtua. Saat berdua di atas kendaraan, adalah saat yang tepat untuk memasukkan nilai kepada anak-anak. Sayangnya, perjalanan seringkali hanya kumpulan pita tanpa suara. Atau kalau ada suara, tanpa makna. Suasana senang dan nyaman adalah momentum yang sangat tepat untuk memberi mereka nasehat. Dan inilah salah satu penyebab mandulnya nasehat orangtua hari ini. Karena nasehat itu seringkali hadir dalam suasana penuh amarah dan menegangkan. Jika demikian, bagaimana bisa menembus dinding hati anak-anak kita?
  2. Abdullah bin Umar dinasehati Nabi dengan disentuh pundaknya. Sebuah kontak fisik yang selalu memberikan kenyamanan dan kedekatan bagi anak-anak. Terutama usia remaja atau dewasa yang terasa lebih jauh dari orangtua karena merasa telah besar. Kedekatan dan kenyamanan itu sangatlah mahal. Dan ini merupakan kunci rahasia nasehat Nabi yang sangat tajam dan jitu, mampu menembus karang hati yang terjal sekalipun. Nabi memang sangat ringan menyentuhkan tangannya di bagian fisik manapun dari anak-anak yang dijumpainya.

Sentuhan fisik orangtua bagi anak-anaknya akan memberikan kenyamanan dan kedekatan. Jadi, jangan pelit menyentuh mereka. Apalagi, jika sentuhan itu hadir dari orang-orang yang mengagumkan di hati anak-anak. Pasti dahsyat!