Antara Dua Nasehat Rasulullah (bagian 3)

Menancapkan Konsep Keghoiban

Inilah yang banyak terlewat –atau sengaja dilewatkan- dari dunia pendidikan anak hari ini. Padahal konsep keghoiban adalah sebuah pundi-pundi simpanan yang teramat mahal. Bahkan bisa lebih mahal dari semua konsep yang disampaikan setelahnya.

Konsep keghoiban ini jika telah menancap tak goyah pada diri anak dan pemuda, maka ini menjadi sebuah jaminan akan kebaikannya di kemudian hari. Menjadi alat kontrol yang lebih dahsyat dari kamera cctv. Dalam Islam, dua kontrol ini harus ada; kontrol fisik dan kontrol spiritual. Yang kedua lebih dahsyat dari yang pertama. Dari sanalah kita paham, mengapa para khalifah selalu menyempatkan diri mengirimi surat para pejabat di bawahnya. Isinya bukan selalu instruksi jabatan. Tetapi mengingatkan akan kehidupan abadi yang lebih hakiki dengan pertanggungan jawab seluruh amanah yang pernah diembannya.

Karena sumber ilmu pendidikan dan parenting hari ini dari barat yang tidak memiliki konsep keghoiban, maka hal ini tidak dimasukkan dalam konsep pembelajaran. Kalau pun ada hanyalah tambahan yang diletakkan di pojok sempit yang hampir diabaikan. Sehingga, penguatan kontrol fisik sangat luar biasa. Mengingat hanya itu yang tersisa. Maka, dalam satu gedung saja terdapat sekian banyak kamera pengawas. Ini pasti melelahkan. Belum lagi ketika terlalu banyak cara untuk mengakali semua pengawasan fisik tersebut.

Kini, terbayang betapa lelahnya para orangtua. Mereka sangat sadar bahwa pengawasan yang diciptakan oleh rumah dan sekolah sangat-sangat tidak cukup. Apalagi teknologi menjadikan dunia ini tak berbatas. Kebaikan dan keburukan disuguhkan semuanya di sana. Siapa saja bisa memilih sesuai selera.

Sekarang kita paham. Kontrol hati dengan konsep keghoiban inilah yang hilang.

Rumitnya adalah sebagian konsep pendidikan sekarang tidak mengizinkan seorang anak diajari hal abstrak. Mereka hanya bisa mencerna yang nyata. Otak mereka belum siap. Untuk itulah konsep pengajaran keghoiban disingkirkan. Mereka tengah membuang bongkahan emas!

Lihatlah kembali nasehat Nabi untuk Abdullah bin Abbas yang masih berusia SD dan untuk Abdullah bin Umar yang telah memasuki usia pemuda. Kesemua isinya menancapkan konsep keghoiban. Sentralnya adalah Allah!

“Jagalah Allah, Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, kamu akan menjumpai Nya ada di hadapanmu. Kenalilah Dia dalam keadaan lapang, Dia akan mengenalimu di waktu sempit. Jika kamu minta, mintalah kepada Allah. Jika kamu minta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah.”

Tidak ada penjelasan bagaimana cara menjaga Allah. Allah perlu penjagaan? Akan kita jumpai Allah ada di hadapan? Bagaimana cara mengenali dia di waktu lapang?

Subhanallah, sebuah keghoiban yang ditancapkan dalam keyakinan hati yang paling dalam dan kokoh.

Justru di sini uniknya. Seorang anak yang biasa membuat sesuatu yang tidak diinderanya menjadi nyata, akan mampu memaknai semua kalimat di atas lebih dahsyat dari orang tua. Mereka bisa begitu dekat dengan Allah dalam makna yang dia munculkan dalam dirinya sendiri. Akhirnya begitu menyatu mendarah daging.

Kecintaan, kekaguman, kerinduan, akhirnya ketaatan dan pengawasan Allah akan meliputi seluruh kehidupan mereka.

Dengarkan kembali nasehat Nabi selanjutnya,

“Jika seluruh makhluk ingin memberimu manfaat (menolongmu) dengan sesuatu yang tidak ada dalam takdir Allah untukmu, mereka tidak akan sanggup melakukannya.

Dan jika mereka ingin membahayakan dirimu dengan sesuatu yang tidak ada dalam takdir Allah padamu, mereka tidak akan sanggup melakukannya!”

Sebuah konsep keghoiban kembali ditancapkan. Keyakinan sedang dibangun; bahwa tidak ada gunanya konspirasi makhluk sebanyak dan sebesar apapun jika tidak diizinkan Allah. Begitu pula rencana baik semua makhluk untuk membantu kita. Saat tidak bertemu dengan takdir Allah, maka pasti tidak akan terjadi.

Pasti sudah terbayang hasil generasi yang tertancap dalam dirinya konsep ini. Mereka tidak bersandar kepada makhluk. Sadar bahwa makhluk hanyalah sandaran yang lemah.

Mereka juga menjadi orang yang sangat kuat dan tegar. Tidak goyah hanya oleh semua jenis tipu daya dan konspirasi makhluk.

Karena mereka punya Allah!