Kesucian Istri bagi Kesucian Keluarga

Membaca kembali petunjuk-petunjuk Ilahi bagi para wanita mulia; Ummahatul Mukminin (istri-istri Nabi dalam Surat Al Ahzab. Ada sebuah isyarat tipis menarik bagi keluarga kita. Karena para istri Nabi adalah teladan bagi setiap muslimah, seperti yang dikatakan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya.

Isyarat tipis itu adalah dhomir (kata ganti) yang berubah di ujung ayat 33. Ayat-ayat bagi Ummahatul Mukminin dimulai dari ayat ke-28. Semua kata ganti tentu saja menggunakan kata ganti kalian para wanita (أنتن). Contohnya ayat ini:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ إِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا (28

(كُنْتُنَّ), (تُرِدْنَ), (فَتَعَالَيْنَ), (أُمَتِّعْكُنَّ), (وَأُسَرِّحْكُنَّ) kesemua kata ini kata gantinya adalah: kalian para wanita (أنتن).

 

Hingga di awal ayat 33 hingga pertengahan ayatnya pun kata ganti masih tetap: kalian para wanita (أنتن),

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآَتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

(وَقَرْنَ), (وَلَا تَبَرَّجْنَ), (وَأَقِمْنَ), (وَآَتِينَ) adalah gabungan dari kata perintah dan larangan yang kata gantinya: kalian para wanita (أنتن).

Nah, di mana isyarat tipis yang menarik itu?

Berikut ini isyaratnya. Setelah perjalanan perintah dan larangan untuk kata ganti: kalian para wanita dari ayat 28 hingga pertengahan ayat 33, penutup ayat 33 berubah kata gantinya. Mari kita baca penutup ayat itu,

إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

Inilah penutup ayat 33 itu. Dan perhatikan perubahan kata gantinya.
(عَنْكُمُ), kata gantinya adalah: kalian para laki-laki (أنتم)
أَهْلَ الْبَيْتِ, ini bukan kata ganti tetapi: Ahlul Bait (keluarga Nabi shallallahu alaihi wasallam)
وَيُطَهِّرَكُمْ, Allah menyucikan (أنتم): kalian para laki-laki

Dan inilah terjemahan penutup ayat 33 tersebut,
…Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Qs. Al Ahzab: 33)

Apa nilai dan pelajaran bagi keluarga muslim dari perubahan kata ganti tersebut?

Bimbingan wahyu bagi istri-istri Nabi dari ayat 28 – pertengahan 33 merupakan upaya maksimal yang harus dilakukan oleh setiap istri. Semua perintah harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Semua larangan harus dijauh sejauh-jauhnya.

Ya, karena kesholehan itu ternyata bukan hanya bermanfaat bagi diri sang istri. Tetapi merupakan harga mahal bagi keseluruhan individu keluarganya. Di mana kesholehan istri menjadi modal penting untuk kesucian semua lini keluarga; suami, anak dan siapapun yang ada dalam bahtera rumah itu.

Bukalah ayat-ayat tersebut. Renungi kembali hubungan antara kesucian istri dengan kesucian keluarga (28-33).

Dan dapatkan mutiara pelajaran Al Quran yang tersembunyi dari perubahan kata ganti.

Sekaligus sebagai tanda Stop bagi saling menuntut. Menuntut kesholehan pasangannya dulu, baru dia bersedia untuk menjadi orang yang sholeh. Mulailah dari diri sendiri. Bangunlah kesholehan dari diri sendiri. Justru, ketika diri ini telah sholeh, harapan itu telah diberikan ayat.

Bahwa kesucian istri merupakan modal penting bagi kesucian keluarga.

Wallahu A’lam