Hadiah

Sebuah kertas putih dengan tulisan berspidol hitam, terlihat ada di atas notebook sang suami yang hendak bersiap keluar sholat subuh di masjid.

Tulisannya pun tak banyak, hanya:
“Terimakasih telah menjadi suami dan ayah hebat untuk kami.
We love you so much…”

Dan sang suamipun langsung menuju dapur, memeluk erat istrinya dan mengecup keningnya. Tak lama ia menyempatkan masuk ke kamar. Tak henti mengucap syukur  memandang anak- anaknya yang masih dalam lelap tidur mereka.

***

Hadiah…

Hanya sebuah kertas bertulisan tak lebih dari jumlah jari tangan dan kaki.
Namun efek yang dihasilkan luar biasa.
Mengingatkan akan rasa syukur dan menambah kecintaan pada keluarga yang selalu mendukung dan menemani. Dalam luang dan sempitnya, dalam suka dan lelahnya.

Hadiah…

Berbagai hal di sekeliling kita bisa menjadi hadiah. Bahkan sebuah pesan singkatyang menunjukkan dukungan atas apa yang dilakukan orang tercinta pun bisa menjadi hadiah tak terhingga.
Bayangkan, ketika hendak tampil di hadapan ribuan orang, ada pesan  yang berbunyi: “KAMU BISA! Biidznillah…“ bisa langsung meng-upgrade rasa percaya diri ke titik yang diperlukan.

Hadiah….

Yang paling unik adalah bahwa hadiah bisa juga menjadi nasihat bagi penerima hadiah. Ketika sang suami dikatakan hebat oleh istri dan anak-anak, maka ia pun merasa harus membuktikan kehebatan seperti yang mereka katakan  untuknya.

Hadiah…

Tak perlu mahal. Tak perlu penuh usaha berbanjir keringat dan setumpuk uang. Hanya cukup momen yang tepat dan niat yang ikhlas dari hati yang tulus.

Hadiah….

Sebuah pemberian yang menambahkan kecintaan dan menghilangkan kedengkian.

***

“Saling memberi hadiahlah kalian niscaya kalian akan saling mencintai”

Jadi, sudahkah anda memberi hadiah pada orang-orang yang anda cintai?