Jangan Usir Orang Miskin dari Sini!

 

ابغوني الضعفاء، فإنما ترزقون وتنصرون بضعفائكم

Carikan aku orang-orang miskin, karena kalian diberi rizki dan ditolong dengan keberadaan orang-orang lemah kalian. (HR. Abu Dawud, An Nasai, At Tirmidzi berkata: Hadits Hasan Shahih)

إنما ينصرالله هذه الأمة بضعيفها: بدعوتهم وصلاتهم وإخلاصهم

Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan orang lemahnya: Dengan doa, shalat dan keikhlasan mereka (HR. Nasai, Al Albani berkata: Ini sanad shahih sesuai dengan syarat syaikhain)

Hadits di atas merupakan teguran bagi sahabat Nabi Saad bin Abi Waqqas yang diberi Allah kekayaan. Saad memandang dirinya lebih hebat dan lebih tinggi derajatnya dibandingkan orang-orang miskin yang ada di bawahnya. Nabi tak mau hal ini menjadi bumerang kelak bagi para sahabatnya. Maka disampaikanlah hal ini agar menjadi tameng dari kehancuran.

Keberadaan orang miskin dan lemah. Ya, keberadaan mereka merupakan anugerah bagi kita. Karena Nabi kita yang menyampaikan bahwa karena keberadaan merekalah kita ditolong Allah dan diberi rizki.

Tentu bukan sekadar mereka berada di sekitar kita. Apa gunanya mereka berada di sekeliling kita tetapi mereka mencaci maki kita dan kekayaan kita. Karena mereka hanya bisa berdecak kagum atas kekayaan kita tetapi setelah itu mereka kembali mengelus perutnya karena lapar.

Maka, yang dimaksud adalah keberadaan orang miskin dan lemah dengan doa mereka. Kehadiran orang miskin dan lemah dengan shalat mereka. Dan kehadiran orang miskin dan lemah dengan keikhlasan mereka.

Doa mereka panjatkan sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah yang mereka dapatkan melalui tangan kita.

Shalat mereka laksanakan sebagai bukti syukur dan kesholehan mereka yang juga bisa melalui jalan kita untuk mendidik mereka.

Dan keikhlasan mereka sebagai hasil dari doa dan ibadah terus menerus dengan berlandaskan ilmu.

Maka ketiganya, jika ada pada orang lemah dan miskin di sekeliling kita merupakan anugerah agung bagi kita semua. Karena sebab ketiganya lah kita selalu ditolong Allah dan dikucuri nikmat terus menerus.

Bawalah ini ke dalam keluarga, lembaga dan kebersamaan kita dalam skala apapun. Bahwa manakala perkumpulan kita hanya perkumpulan orang-orang kaya dan tak ada tempat bagi si miskin yang lemah, maka kumpulan seperti ini akan kehilangan pertolongan dan rizki dari Allah. Kumpulan yang buruk, seperti contohnya dalam hadits Nabi berikut,

شَرُّ الطَّعَامِ طَعَامُ الوَلِيمَةِ، يُدْعَى لَهَا الأَغْنِيَاءُ وَيُتْرَكُ الفُقَرَاءُ

“Makanan yang buruk adalah makanan walimah (pesta), orang-orang kayanya diundang, orang-orang miskinnya ditinggalkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini juga merupakan konsep pergaulan bagi anak-anak kita. Jika anak-anak kita hanya mau bergaul dengan anak-anak orang kaya, maka tegur dan arahkanlah mereka. Apalagi jika mereka mulai merendahkan anak-anak miskin dari pergaulan. Agar pergaulan tidak berubah menjadi pergaulan yang buruk dan jauh dari keberkahan.

Jangan usir orang miskin dari rumah kita. Jangan usir orang miskin dari lembaga kita. Jangan usir orang miskin dari kebersamaan kita.

Karena kalau mereka terusir, artinya kita telah mengusir pertolongan dan rizki.

Dan sekarang, mari kita berpikir terbalik.

Mereka tak memerlukan kita. Tapi kita yang memerlukan mereka

Mereka tak rugi jika kita tolak karena banyak yang masih siap membantu mereka. Tapi kita yang rugi menolak mereka.

Mereka tak perlu antri di depan pintu kita untuk mengemis hina. Tapi kita ketuk pintu mereka satu per satu untuk kita ‘mengemis’ agar mereka mau menerima pemberian kita.

Selamat mencoba dan nantikan rizki serta pertolongan Allah untuk kita, keluarga, lembaga dan kebersamaan ini.